Showing posts with label fangirling. Show all posts
Showing posts with label fangirling. Show all posts

Sunday, October 27, 2013

Yoon Chanyoung

Halo, setelah mulai tergila-gila dengan sebuah drama yang sedang booming dan bertabur bintang berjudul The Heirs (SangSokJaDeul) saya mulai tersadar saya memang gila (dari dulu deh kayanya).
Ketika semua orang yang nonton The Heirs berfokus pada cerita dan main castnya, Lee Minho (Kim Tan) dengan Park Shin Hye (Cha Eun Sang), saya sendiri lebih berfokus pada second couple Kang Min Hyuk (Yoon Chan Young) - Jung Krystal (Lee Bo Na). of course because I'm a Lovely Gaze so I'll focus on Minhyuk.
Tapi alasan saya ingin posting di sini sekarang adalah....
I had fallen in love with Yoon Chanyoung.
Kenapa?
Bukan karena Minhyuk-nya (Sebenarnya itu alasan klasik ya kalo saya mau bilang suka Chanyoung karena Minhyuk. Tentu saja saya akan suka Chanyoung karena peran itu dimainkan oleh idola saya.) Tapi lebih tepatnya karena sifatnya.
Yoon Chanyoung di drama ini dikisahkan sebagai cowok pinter, baik hati, pacar yang baik, imut (pastilah Minhyuk kan imut), sahabat yang baik, meskipun bukan orang kaya raya seperti teman-temannya.
Nah loooh dari penjelasan di atas saya sangat tertarik dengan cowok pinter, pacar yang baik, dan sahabat yang baik.
Berhubung Chanyoung di drama ini diceritakan sebagai siswa kelas 11 (dan sekarang saya juga siswa kelas 11/2 SMA), pikiran saya kemudian melambung  jauh di awang(?).
Seandainya Yoon Chanyoung itu teman satu sekolah saya, bahkan teman satu kelas saya, kemudian menjadi sahabat yang baik bagi saya, kemudian saya yakin saya akan move on ke dia. [Berhubung Chanyoung hanya peran fiksi dan diceritakan sudah jadi pacar Lee Bona (Jung Krystal), saya nggak jadi move on deh *alibi]
Mau tahu Yoon Chanyoung kaya gimana?
Ini dia, cii ganteng (?) pacarnya Lee Bonanin....
Ganteng Kaaaaaannn


Chanyoung meluk Bona. Meluk akunya kapan?


Omo, Minhyuk-kie or Chanyoung-ah?


Chu~:*


Monday, October 14, 2013

I Started To Be Their Shipper

Long time no fangirling, now I'll telling you about something. Something which I never expected before. How I am being a shipper between Kang Min Hyuk - Jung Krystal.
This story began from the first time I read fanfictions. There were so many fanfictions that pairing them to be a couple. For the first time, I feel so angry because I thought they didn't match to be couple. Then, I started to write fanfictions and never pairing them. I always made Krystal to be the antagonist cast, not the main one.
Until Minhyuk casted My Husband Got A Family (2012 Korean Drama), he paired with Oh Yeon Seo to be couple and Minhyuk casted to be a playboy. My heart broken when I saw Minhyuk got a kissing scene so I decided to never let any woman idols to be paired with my beloved Minhyuk (lol)--absolutely with Krystal.
Day by day, there were so many people who support Minhyuk and Krystal to be a real couple (and my bestfriend, Nindy, was the one of them) and I felt like.. day by day I was being worse fan, a fanatic fan, and I felt like I was not good enough to be a fan.
Then, I read an article on internet which told that Minhyuk would play on K-Drama again and on that drama there was Krystal too. And I felt so Wow and expect that they wouldn't be on love line there. My heart got an attack when I read the next article which told that Minhyuk and Krystal would get a love line there and they would be second couple on that drama. Oh My God.
Last week, their drama was aired and I downloaded the video. I felt so hurt when I saw them. I only hope that someday they will not get kissing scene. But after that, I started to search the pictures both of them, and there is something weird.
I felt so happy to see Minhyuk smiled next to Krystal, I felt so happy to see them, they look alike, they look sweet together, and I realized that it was Yoon Chan Young (Minhyuk cast) and Lee Bona (Krystal cast) not really Minhyuk-Krystal. Then, I felt they cute to be together.
Such a karma, I started to love them. Then I realized that being fan not means that we must being a fanatic one. Being a fan means we must support our idols. Such a lesson to me, I tarted to be a better person.
Their K-Drama was The Heirs.

These are some picture of them, hope you like it ^^
( This for MinStal/HyukStal/MinJung/or anything else for Minhyuk-Krystal Shipper)
On 1st Episode between Bona-Chanyoung

At The Heirs Press Conferense [Last Week]







Saturday, August 17, 2013

[Fanfiction] Honest or Prestige

Title : Honest or Prestige
Author : Minhyuk’s Anae
Length : Oneshoot
Rating : Teenager
Genre : Romance
Cast :
-          Jung Soo Jung (Krystal)
-          Kang Min Hyuk
-          Lee Taemin
-          Jung Yong Hwa
-          Other Cast
Disclaimer : Author’s pure imagination
Note : Thanks if you read this, I’m so glad if you want to fill the comment or click the ‘like’ botton. Re-post : aninjustanin.blogspot.com

Tuesday, September 4, 2012

My Ninth FanFiction : " I'm Stuck On My Ex "

Title : I’m Stuck on My Ex
Author : Minhyuk’s Anae
Length : Ficlet
Genre : Romance
Rating : PG-14
Casts :
-          Han Hee Ju (OCs)
-          No Min Woo (Boyfriend)
-          Bora ( Sistar )
-          Other Cast
Disclaimer : inspired by My Friend’s Story.
Note : Special Fanfiction for My Bestfriend Nurul Aulia Muthmainnah. Sorry for unperfect story and awkward plot maybe hahahaha but it special for you, Nurul :3
----------------------------------------------------------****-----------------------------------------------------
Hee Ju’s POV
Aku menginjakkan kakiku ke sekolahku yang baru. SMA? Yang benar saja! aku bahkan tak pernah menyangka mulai hari ini aku akan menjadi siswi di Inha High School. Inha High School? Ya, sekolah itu memang sekolah impianku dari dulu tapi sebenarnya ada satu alasan yang membuatku lebih bersemangat untuk bisa sekolah disini. Yaitu…
Namanya No Min Woo. Dia sunbaeku. Usianya terpaut satu tahun diatasku. Dulu kami bersekolah di smp yang sama dan kami dekat. Dekat? Hahahaha sejujurnya dia adalah mantan pacarku. Mantan pacarku yang masih aku harapkan sampai sekarang. Mantan pacarku yang selalu membuatku berharap dia akan mampir ke smpku dan berharap aku bisa bertemu dengannya tiap hari. Sekarang? Kami sudah tidak dekat lagi dan satu hal! Mungkin mulai sekarang aku bisa bertemu dengannya tiap hari hihihi.
Minwoo Oppa. Namja yang membuatku menjadi yeoja gagal move on, gagal move on? Sejujurnya tak sedikitpun aku berusaha untuk move on darinya. Aku bahkan selalu berharap kisah cintaku akan seperti drama-drama korea yang berakhir bahagia. Aku berharap dia masih mencintaiku jadi kami masih saling mencintai dan kami bisa kembali bersama.
Aku cemburu? Ya! Tapi hei, Hee Ju! kau sudah tak ada hak lagi! kau hanya seorang mantan pacarnya. Kutegaskan lagi hanya ‘Mantan’ Pacar. Dia bahkan berhak mencintai orang lain dan orang lain juga sangat berhak mencintai dia. Bahkan aku juga berhak mencintai orang lain tapi sayangnya aku belum bisa.
Dan kalian harus tahu sekarang aku punya hobi baru! Yaitu mengintip plat nomor motor orang dari pagar dekat tempat parkir hahahaha siapa yang ku intip? Tentu saja motor berwarna putih yang berhelm kuning itu. Ani, sesungguhnya aku memata-matai pemiliknya bukan motor dan helmnya.
“ Hee Ju!” Panggil seseorang, Jun Hee—temanku.
“ Oh, hai Jun Hee.”
“ Sedang apa?” Belum kujawab pertanyaannya dan…
“ Oh aku tahu kau sedang apa hahahaha.” Tawa Jun Hee. Ya, Jun Hee tau aku sedang memata-matai motor Minwoo Oppa, aniyo maksudku berharap si pemilik itu datang lalu mengajakku pulang dan…. Aish! Itu mimpi!
“ Ayo pulang, Hee Ju!” Ajak Jun Hee.
“ Chakkaman. Aku masih ingin melihatnya. Kau tahu hari ini aku belum bertemu dengannya….”
“ Ne! tapi ku rasa ayo kita menunggu disana saja.” Usul Jun Hee yang langsung ku setujui. Aku membalikkan tubuhku, dan…
“ Jeosonghamnida.” Ujar namja itu. Aku terbelalak kaget ketika mengetahui siapa namja yang kutabrak itu.
“ Aaaa, Hee Ju! Mianhae, ya. Gwaenchanhayo?” Tanya namja itu.
“ Gwae…gwaenchan..gwaenchanhayo, Op…pa.” Ujarku gugup. Aish! Mengapa aku harus gugup!
“ Hmm, yasudah kalo gak apa-apa. Aku duluan ya.” Pamit Minwoo Oppa dan bergegas menuju parkiran motornya.
Aku melihat Jun Hee yang mukanya sangat terlihat menahan tawa,
“ Wae?!!” Tanyaku keras.
“ Aniyo…hanya saja lucu melihatmu gugup.”
“ Apa kegugupanku begitu kelihatan?” Jun Hee mengangguk-angguk.
“ Sial.” Desisku.
Ah bodo deh! Yang penting hari ini aku bertemu Minwoo Oppa hihihi tapi apa yang harus kulakukan jika bertemu dia besok?
***
Aku membereskan buku-bukuku dan hari ini aku tidak pulang bersama Jun Hee. Sejujurnya aku malas pulang sendirian. Andai Minwoo Oppa datang…Andai Minwoo Oppa mengajakku pulang…Andai….aish! aku mulai berkhayal lagi.
Aku melangkahkan kakiku malas ke luar kelas.
“ Hee Ju! aku sudah menunggumu dari tadi!” Ujar suara berat yang sudah sangat ku kenal itu. Aku? Dia? Dia memanggilku? Menunggu?
“ Oppa?”
Minwoo Oppa berjalan mendekat ke arahku,
“ Kau tahu aku sudah menunggumu selama 20 menit dan ternyata kau baru keluar. Aku kira tadi kau sudah pulang…” Ujarnya cerewet. Yak! Namja babo! Baru menunggu 20 menit saja sudah cerewet sekali, belum tau saja aku menunggunya selama 2 tahun dan tak pernah mengeluh apa-apa.
“ Mianhae, Oppa. Memangnya kenapa oppa menungguku?”
Dia mengetuk-ketukkan jarinya ke helm berwarna kuning di tangannya.
“ Kita pulang bersama, eotte? Sebagai permintaan maafku kemarin sudah menabrakmu. Aku sudah membawakanmu helm, tenang saja!” aku hanya melongo mendengar perkataannya. Pulang bersama? Mimpikah ini?
“ Hei, Hee Ju! ayo cepat! Jangan melamun.” Minwoo Oppa menarik tanganku.
“ Oppa tapi jalan rumah kita berbeda…”
“ Yasudah gak apa-apa. Dulu juga seperti itu kan?” Pikiranku melayang ke 2 tahun lalu, ketika aku dan Minwoo Oppa masih bersama dia selalu mengantarku pulang. Sampai hari terakhir ia mengantarku pulang dan hari ini mimpiku menjadi nyata.
“ Hee Ju, apa kau mau makan ttokbokki dulu bersamaku?”
Lagi-lagi aku diam dan berusaha menyadarkan diriku bahwa ini sama sekali bukan mimpi.
“ Terserah oppa saja.” Jawabku.
***
Minwoo Oppa membawaku ke resto ttokbokki yang pernah kami kunjungi dulu. Hey, ini terasa seperti flashback dan membuat hatiku tak karuan. Senang bisa pergi bersamanya lagi, sedih karena pada kenyataannya tempat-tempat dan memori-memori ini selalu mengharapkanku untuk bisa kembali padanya.
“ Aku senang kau masuk sma yang sama sepertiku.” Ujar Minwoo Oppa memulai percakapan kami.
“ Aku juga senang kau mau pergi bersamaku lagi.”
Aku hanya tersenyum kecil dan bingung untuk berkata apa-apa.
“ Hmm ngomong-ngomong apa kau sudah menemukan penggantiku?” Pertanyaan ini menyogok hatiku sampai-sampai aku tersedak.
“ Ah, mianhae…” Ucap Minwoo Oppa.
Pertanyaan macam apa ini? “ menemukan pengganti”? Ku rasa pertanyaan ini merusak suasana…
“ Mianhae sudah bertanya seperti itu…” Lanjut Minwoo Oppa.
“ Oppa sendiri dengan Bora Eonnie bagaimana?” Tanyaku lantang. Meski belum ada kepastian mutlak hubungan Minwoo-Bora tapi aku memberanikan diri untuk bertanya, sebenarnya semacam kepastian untukku juga hahahaha.
“ Aku? Dengan Bora? Hei Hee Ju…kau percaya gossip itu! Hahahaha.Gotjimal.” Tawa Minwoo Oppa. Gotjimal? Jinjjayo?
“ Oppa, selain karena minta maaf, apa yang membuat oppa mengajakku pergi?” Yap pertanyaan itu yang menghinggap dari tadi di hatiku. Minwoo Oppa hanya diam.
Oppa jawab akuuu!!! Teriakku dari dalam hati.
“ Oppa?” Panggilku lagi.
“ Aah, aku hanya ingin mengajakmu pergi. Memangnya tidak boleh?”
“ Boleh kok.” Jawabku.
Suasana kembali dingin lagi. entahlah, aku benci suasana ini. Aku ingin kabur saja…eh tapi aku juga gak mau ninggalin Minwoo Oppa…
“ Hee Ju-ya.” Panggil Minwoo Oppa. Aku hanya menoleh.
“ Aku tanya sekali lagi, apa kau sudah menemukan penggantiku?” Aiiiish, pertanyaan itu lagi?!!!!!
Apa yang harus kujawab? Jujur? Dimana harga diriku nanti…Bohong? Tapi sudah terlalu lama aku menunggunya dan kurasa ini adalah satu kesempatan untuk kembali menyatakan bahwa aku memang belum bisa melupakannya. Entahlah, aku hanya bisa diam…
“ Maaf sudah bertanya seperti itu yang jelas aku belum sama sekali.” Lanjut Minwoo Oppa sambil tersenyum.
Bisa kupastikan wajahku sekarang aneh, percampuran antara melongo, senang,  terharu, sakit, atau entahlah.
“ Ku harap jika kau belum menemukan penggantiku kita bisa bersama lagi hahahaha tapi ku rasa kau sudah menemukannya ya? Siapa?”
Aku hanya menggeleng,
“ Belum oppa. Belum ada.” Ujarku pelan bahkan terkesan mendesis.
Tess.
Air mataku jatuh.hahaha membuat suasana siang ini semakin aneh.
“ Uljimayo…” Ujar Minwoo Oppa.
“ Oppa, aku hanya aneh mendengarmu bertanya seperti itu. Harusnya kau tahu selama 2 tahun ini aku selalu menunggumu, masih menunggumu, masih mengharapkanmu, harusnya kau sadar itu.” Ucapku di sela air mata bodoh ini yang terus mengalir.
“ Maaf…Maaf aku seharusnya menyadari itu…”
“ Kalau begitu…bagaimana jika kita kembali, Hee Ju?” Tanya Minwoo Oppa dengan senyumannya yang tenang itu. Aku hanya tertawa kecil dan mengangguk serta berusaha menahan air mataku untuk tidak jatuh lagi.
Aku senang bahwa hari ini, hari yang selalu ku impi-impikan bisa menjadi kenyataan. Stuck on ex. Ya, aku memang selalu terjebak pada mantanku yang satu ini. Tidak, dia bukan mantanku lagi, dia sudah kembali kini dan aku…aku sudah tidak perlu untuk menunggunya dengan harapan kosong lagi J
***




My Eighth FanFiction : Birthday Present


Title : Birthday Present
Author : Minhyuk’s Anae
Length : Oneshoot
Genre : Romance
Rating : PG-14
Casts :
-          Cho Kyuhyun
-          Kwon Yuri
-          Im Yoona
-          Choi Sooyoung
-          Other Cast
Note : This fanfiction is special for my bestie annisa nindya kirana ;) and the casts is Annisa Nindya’s Biases :) (I’m sorry Nindy, is not a perfect story but this is special for you)
-----------------------------------------------*****--------------------------------------------------------------
Yuri’s POV
Dia lewat di depanku. Namja itu. Namja yang kutunggu-tunggu sejak 2 tahun lalu. Namanya Cho Kyuhyun. Kyuhyun. Adik kelasku. Sebenarnya ia lahir di tahun yang sama denganku namun ia mungkin telat masuk sekolah atau entahlah kenapa yang pasti dia sekarang adalah adik kelasku.
Aku mengenal Kyuhyun 2 tahun lalu ketika ia masuk sekolah yang sama denganku. Aku kelas 2 smp dan dia kelas 1 smp. Cinta monyet? Yaaa bisa dibilang begitu.
*flashback on*
Cho Kyuhyun. Namja yang membuatku jatuh hati kali ini adalah seorang adik kelas. Lucu menurutku bahwa aku mencintai orang yang lebih muda dariku. Lihat saja tubuh tingginya, kacamatanya, dan ah entahlah aku sendiri susah mendeskripsikan mengapa aku jatuh hati padanya. Toh cinta tak butuh alasan kan?
“ Hyaa, Yuri kau sedang apa?” Sooyoung mengagetkanku yang sedang memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun yang sedang bermain sepak bola. Oh ya, Sooyoung adalah sahabatku dari tk—ia adalah salah satu sahabat terbaikku dan salah satu tempatku untuk curhat.
“ Tidak. Aku sedang duduk-duduk saja. sooyoung-ah, kau kenal namja itu?” Tanyaku menunjuk Kyuhyun.
“ Ne, aku cukup mengenalnya. Waeyo?”
“ Kurasa aku menyukainya. Andai saja aku bisa dekat dengannya. Tapi, tolong Sooyoung-ah jangan pernah bilang ke siapa-siapa jika aku menyukainya.”
“ Hahaha arraseo (baiklah), Yuri. Kau tenang saja.”
***
Beberapa hari kemudian,
Aku sedang duduk-duduk di dekat kelas seperti biasanya dan muncullah Kyuhyun. Hahaha, aku sendiri tak menyangka Kyuhyun akan lewat koridor ini. Ku lihat Kyuhyun tersenyum ke arahku jadi aku balas senyumannya. Tapi, kok?
Aku menoleh ke belakang tepatnya pada Sooyoung dan ternyata Aigoo! Senyuman itu bukan untukku melainkan untuk Sooyoung.
Seketika hatiku memanas.
Yuri-ah, berpikirlah positive, mungkin Sooyoung sedang berusaha mendekatkanmu pada Kyuhyun
Tapi tidak. Pikiranku salah ketika,
“ Yuri! Hari ini kau ada acara tidak?”
“ Tidak Sooyoung, wae?”
“ Bisa kau datang ke tempat pizza yang biasa kita datangi sepulang sekolah?”
“ Hmm bisa saja, kenapa memang?”
“ Aku akan mentraktirmu. Aniyo, bukan aku tapi aku dan Kyuhyun. Aku dan Kyuhyun akan memberimu pajak jadian. Kami berpacaran!!!” Ujar Sooyoung bersemangat. Aku mengerutkan dahi,
“ berpacaran?”
“ ne!!” Jawab Sooyoung. “ kau bisa datang kan?”
“ mungkin.” Sooyoung pun pergi.
Hatiku seakan teriris dalam. Sakit, perih, serasa ada monster yang mencabik-cabik hatiku. Sooyoung melupakan perkataanku yang bilang bahwa aku menyukai Kyuhyun dan dengan percaya dirinya dia malah mengajakku makan bersama dia dan Kyu. Astaga! Teman makan teman-kah ini namanya?
“ Noona, kenapa pizzanya gak dimakan? Apakah aku memesan pizza yang tidak kau suka?” Tanya Kyuhyun padaku.
Kyuhyun babo! Bagaimana aku bisa makan jika suasananya seperti ini. Kyuhyun dan Sooyoung saling berpegangan tangan dan arrrgh aku mau muntah saja.
“ Aniyo, Kyuhyunnie, aku hanya sedang tidak nafsu makan.”
“ Ayolah, Yuri! Makan…” Ujar Sooyoung.
Aku bersumpah bahwa aku tak akan pernah mau untuk bercerita apa-apa lagi pada Sooyoung. Dengan amat sangat terpaksa ku makan pizza itu dengan nafsu makan yang sangat amat sedikit.
Semenjak kejadian itu, hubunganku dengan Sooyoung tak sedekat dulu. Entah tak tahu atau pura-pura tak tahu, Sooyoung selalu menceritakan perkembangan hidupnya bersama Kyuhyun dan aku sudah muak mendengarnya.
*flashback off*
Meski kini Sooyoung-Kyuhyun sudah tak berpacaran lagi tapi hubunganku dan Sooyoung tetap renggang. Walau kami masih saling tegur sapa tapi intensitasnya sangat terbatas. Dan aku masih stuck kepada Kyuhyun.
Kini, aku sedang dekat dengan Yoona. Dia adalah teman curhatku yang sekarang. Kuharap ia tak akan pernah men-teman makan teman-kanku lagi seperti Sooyoung.
***
Yoona’s POV
Besok adalah ulang tahun Yuri dan bodohnya aku belum membelikannya kado. Yuri? Yaa dia adalah sahabatku.
“ Hei, Yeonnie! Kau ingat besok ada apa?”
“ Ada apa memangnya Yong?”
“ Jiyeonnie, besok adalah ulang tahun Yuri.”
“ Aigo? Jeongmalhaeyo? Aaa kita bahkan belum membelikannya kado dan kejutan. Eotteohkae?”
Aku berpikir sejenak dan….
“ Ha! Aku punya rencana!”
Kyuhyun bisa menjadi kejutan untuk Yuri hahaha
***
Hari ini adalah ulang tahun Yuri sekaligus ada kegiatan pentas seni di sekolah jadi otomatis sekolah bebas. Pagi-pagi aku datang ke sekolah,
“ Yoona, eotte? Apa kejutannya?”
“ Jiyeon, kau kenal Kyuhyun kan? Bisa bantu aku sebentar? Dan Taylor tolong kau ikut aku ke toko untuk membeli kado untuk Yoona.”
“ Bantu apa, Yong?”
“ Kalian berdua tahu kan kalau Yuri sangat menyukai Kyu. Jadi aku minta tolong untukmu, Yeonnie bantu aku untuk meminta bantuan Kyuhyun untuk membantu rencana kita.”
“ Hmm…baiklah.”
Aku, Jiyeon, dan Taylor berputar mencari Kyuhyun dan taada! Ketemu!
“ Kyu!” Panggil Jiyeon.
“ Ne, noona. Waeyo?”
“ Bisakah kau membantu kami?” Tanyaku.
“ Bantu apa?”
“ Kau tahu Yuri kan? Kwon Yuri. Kakaknya Kwon Jiho ( Kwon Jiho dan Kyuhyun bersahabat ). Hari ini dia berulang tahun, nah bisa bantu kami menyiapkan kejutannya?” Ujarku.
“ Kejutan? Kejutan seperti apa Yoona noona?”
“ Jadi nanti kita akan beli kado lalu kau harus memberi kadonya kepada Yuri. Mengerti?”
“ Kenapa harus aku?” Tanya Kyuhyun. Astaga!! Apa yang harus kubilang?
“ Yong, gimana nih?” Bisik Jiyeon. “ Sebentar.” Bisikku pada Jiyeon.
“ Jadi gini hmm Yuri itu…ngefans sama kamu, Kyu....” Maaf, Yuri…
“ Diem, Kyu! Jangan terlalu ge-er!” Ujar Jiyeon.
“ Jadi kita minta bantuan kamu, Kyu…jebal (mohon)…kau mau kan?”
“ Ayolah, Kyu! Jeballlll.” Pinta Jiyeon.
“ Gimana ya? Hmm….baiklah.” Ujar Kyuhyun yang otomatis membuatku senang.
“ Mana kadonya noona?” Tanya Kyuhyun.
“ Ini baru mau beli Kyuuu.” Ujarku.
“ Oh yasudah, kalau mau bantuanku, noona datang saja ke kelas ya.” Kyuhyun pergi.
“ Aku harus gimana lagi, Yong?” Tanya Jiyeon.
“ Kamu diam di sekolah ya Yeonnie, tolong jaga Yuri dulu jangan sampe dia kemana-mana. Kalau dia tanya aku kemana, jawab saja aku belum datang.”
“ Ok, Yong.” Jawab Jiyeon.
“ Taylor, ayo kita beli kado!”
***
Aku memilih beberapa benda bermotif hello kitty untuk Yuri. Kenapa? Karena Yuri sangat menyukai hello kitty.
Lalu aku dan Taylor kembali ke sekolah dan…
***
Author’s POV
“ Yoona kemana, Yeonnie?” Tanya Yuri.
“ Dia…dia belum datang!”
Yuri melirik jam tangannya,
“ Jam 9? Dan dia belum datang? Tak biasanya dia datang telat.” Ujar Yuri.
***
“ Kyuuuu!!! Ppali (cepat) ! Ppaliwaaa!” Teriak Yoona.
Semuanya sudah beres. Jiyeon sudah membawa Yuri keluar sekolah dan sekarang Kyuhyun berjalan membawa bingkisan kado berwarna pink disusul dengan Yoona dan Taylor.
***
Yuri’s POV
“ Yuri, kau mau temani aku jajan di luar?” Tanya Jiyeon.
“ Kenapa gak beli di bazaar aja?”
“ Aku pengennya diluaaar….” Paksa Jiyeon.
Tunggu kenapa perasaanku gak enak ya?
Setelah berada di halaman luar sekolah, muncullah namja itu. Loh kenapa dia berjalan di arahku?
“ Noona! Saengil chukkaehamnida!” Ujarnya dan memberiku bingkisan kado. Aku diam. Speechless. Apa apaan ini?
Belum lama setelah itu muncul Yoona dan Taylor,
“ Saengil Chukkaeyo, Yuriiiiiii!!!!! Surprise!!!”
Aku masih belum mengerti. Ini apa?
“ Ini surprise untukmu, Yuri. Lihatlah, Kyu memberimu kado.” Bisik Jiyeon.
“ Gomawo ya, Kyu.” Ujarku,
“ Ne, noona.” Kyuhyun pergi.
***
Aneh. Aneh sebenarnya. Ini itu apa? Kyu memberiku kado? Bagaimana jika Sooyoung melihatnya? Meski mereka sudah putus ku tahu dia masih mengharapkan Kyu.
Aku membuka kadonya dan hello kitty semua. Darimana Kyu tahu aku suka hello kitty?
 dan membaca notenya,
Saengil chukkae uri Yuri! ( Selamat ulang tahun, Yuri-ku!), We wishing you all the best! Always success and be better than before!
Yoona, Jiyeon, and Taylor. Maybe with Kyuhyun
Aku terbelalak membaca tulisan akhirnya. Astaga! Aku baru sadar itu tulisan Yoona! Aish anak itu!
“ Yong!” Teriakku.
“ Wae?”
“ Jadi ini kado bukan dari Kyu?”
“ Bukan.”
“ Lalu tadi?”
“ Kita yang beli tapi Kyu yang kasih.” Ujar Yoona santai.
Astaga! Yoonaaaaa! Aku tahu dia itu otak evil, tapi gak sebegininya juga.
“ Kenapa Kyuhyun bisa ngasih? Kau bilang apa ke dia?”
“ Tanya aja sama Kyu-nya sana.”
“ Yoooongggg!”
“ Apasiiih?!”
“ Kyuhyun? Kok bisa?”
“ Bisalah. Siapa dulu Yoona yang ngajak.”
Aish aku penasaran.
*
Sepulang sekolah,
“ Kyu, bisa bicara sebentar?” Ujarku menghampiri Kyuhyun.
“ Ne, noona. Ada apa?”
“ Yoona bilang apa padamu tadi pagi?”
“ Yong Noona menyuruhku untuk memberimu kado.”
“ Lalu? Apa yang dia bilang lagi? kok kamu mau?”
“ Yong Noona bilang….”
Perasaanku gak enak. Awas kau Yoona kalau kenapa-kenapa, mati kau!
“ Yong Noona bilang kalau Yuri Noona ngefans denganku….”
Astaga! Yoonaaaaaa!
“ Aish, mianhae Kyu. Dia berbohong. Jangan percaya.” Ujarku malu. Yaiyalah siapa yang tidak malu coba!
“ Gak apa-apa, Noona. Kalaupun Yong Noona jujur, aku juga gak apa-apa. Santai aja.” Ujar Kyu.
“ Beneran deh dia itu bohong.”
“ Hahaha kalau bener juga gak apa-apa Noona. Bahkan aku senang.”
“….” Aku diam.
“ Noona.” Panggil Kyuhyun.
“ Wae?”
“ Memang noona serius ngefans sama aku?”
“ Enggak! Sudah ku bilang itu bohong!”
“ Yah, padahal ku harap itu nyata, Noona.”
“ Maksudmu?”
“ Noona, saranghae.”
“ MWOOO?”
“ Ne, Yuri Noona, saranghaeyo.” Ujar Kyuhyun santai.
“ Apakah noona mencintaiku juga?”
Astaga, hari ini ada apa sih?!
“ Noona! Jawab aku!!”
“ Ne, Kyu! Nado Saranghaeyo! ( Aku juga mencintaimu!)” Astaga! Aku keceplosan-___-
“ Aaaaa Noona. Apakah sekarang kita pacaran?” Tanya Kyuhyun.
“ Nan molla (Aku tak tahu).”
“ Noona, ayo pacaran saja!”
“ Mwo?”
“ Ayolah noona.”
“ Arraseo, Kyu. Kita pacaran sekarang.”
***
Pada akhirnya, cintaku kepada Kyuhyun terbalas juga.
Ps : Terima kasih Tuhan, hari ini adalah hari ulang tahunku yang paling indah. Kyuhyun, Yoona, Jiyeon, Taylor, dan kadonya. Terima kasih Yoona, karena atas kejahilan dan ke-evilan-mu itu aku bisa jadian dengan Kyu. Dan Kyu, terima kasih kau telah membalas cintaku.
Intinya, aku memiliki 2 sahabat dengan kepribadian aneh. 1, dia men-teman makan teman-kan ku dan 2, dia sangat jahil. Tapi untuk Yoona, kejahilannya berhasil membuat cintaku tak bertepuk sebelah tangan lagi.
***



Saturday, August 18, 2012

Jacket Minhyuk

Inget post gue tentang jaket ada tulisan " Kang Min Hyuk" itu?
Setelah gue pesen 2-3 bulanan akhirnya dateng juga ke rumah! tadi pas gue bangun tidur mama bilang " nin paketnya udah dateng" dan gue liat ternyata paket jaket itu! kyaaaa seneng bangetttttt :D



Friday, August 17, 2012

My Sixth FanFiction : My Girlfriend is A Fangirl


Title : My Girlfriend is a Fangirl
Author : Minhyuk’s Anae
Rating : G
Genre : Komedi Bukan, Romance juga Bukan
Length : Ficlet
Cast :
-          Anin (OCs)
-          Rizki (OCs)
-          Hallyu Star
-          Other OCs Casts
Disclaimer : My OWN PLOT. Ide ini muncul ketika author sedang fangirling. It’s only fiction ^^
Note : Don’t forget RCL readers ^^ awkward story, just for kidding huehe. Pertama, maaf dulu kalo ceritanya aneh bin ajaib. Ide ini muncul seketika ketika saya sedang fangirlingan dan jadilah ff ini. Kisaran ceritanya bukan tentang Minhyuk sih tapi tentang 2 orang Indonesia yang…*author banyak basa basi*
Oke langsung ke ceritanya aja ya, check this out
------------------------------------------------*******---------------------------------------------------------
Rizki POV
“ Minhyuk hwaaaaaa, kenapa ganteng banget siiihhh!!!” Teriak perempuan di sebelah gue. Siapa dia?
Dia Anin. Pacar gue. Gue udah pacaran sama dia hmm sekitar 3 bulan. Tapi 1 bulan terakhir ini dia selalu monomer duakan gue, masih mending kalo gue diduain sama pelajaran atau keluarganya nah ini gue diduain sama orang-orang yang bahkan gak gue kenal, dan orang-orang itu juga gak akan kenal Anin.
Anin mulai kepengaruh sama temen-temennya yang notabene kebanyakan adalah k-popers atau pecinta korea gitu deh gue sendiri gak ngerti. Mulai dari temen-temennya itulah Anin jadi k-poper, dia mulai menggeluti dunia yang dia bilang ‘fangirling’ dan mulai meninggalkan gue T_T Sedihnya adalah disaat pasangan lain pasang wallpaper sama pasangannya dan Anin, semuaa gadget yang dia punya wallpapernya adalah seorang cowok yang ngenesnya bukan gue, yang katanya seorang drummer kece padahal kecean gue, yang katanya punya eyesmiling yang unyu padahal unyuan gue, namanya Kang Min Hyuk.
Gue bahkan udah termasuk orang yang muak mendengar kata “Kang Min Hyuk” . Karena sehari-harinya Anin selalu nyebut nama orang itu dibanding nama gue sendiri. Anin bilang Minhyuk itu drummer kece, nah gue juga drummer, gue juga kece, kurang apa lagi coba?
Gak Cuma Minhyuk. Ada lagi cowok-cowok Korea yang pernah Anin kenalin ke gue, L.Joe, Chunji, Kai, Sungjong, Baekhyun, Kyuhyun, Chanyeol, Kevin, Yoseob, Gikwang dan lain-lain. Kenapa gue hafal? Karena Anin selalu nyebut-nyebut nama mereka.
Gue ngelirik ke meja kelas dimana Anin dan temen-temen fangirlnya itu lagi kumpul. Eh gak fangirl juga, ada fanboy juga disana.
“ Nin, lagi apa?” Tanya gue basa-basi padahal udah jelas Anin lagi nonton music video.
“ Aku lagi nonton mv CN Blue, Ki. Disini Minhyuknya keceeee banget hahaha.” Jawab Anin sumringah bahkan lebih sumringah daripada gue kasih dia hadiah T_T
 “ Oh, Minhyuk tuh yang mana?” Tanya gue pura-pura gak tau padahal sebenernya gue udah hafal banget sama muka Minhyuk.
“ Loh kamu belum tau, Ki? Yang ini! Yang kece, yang imut, yang unyu—” dan gue gak mau peduli sama semua pujian yang Anin kasih buat Minhyuk.
“ Oh gitu…pulang ini bisa pulang bareng gak? Ada yang aku mau omongin.”
“ Bisa kok, Ki.” Jawab Anin dan gue mulai balik lagi ke bangku gue.
Pulang sekolah gue harus nyelesain masalah ini. Gue gak bisa dicuekin kaya gini terus. Yang pacar dia itu gue atau Minhyuk sih?
Kesel sih, banget malah. Gue berasa pacar yang gak dianggep—dan mungkin kenyataannya iya. Tapi gimana? Gue gak bisa benci atau mutusin Anin, gue sayang sama dia. Nah satu-satunya cara adalah ngungkapin semuanya ke Anin.
***
*pulang sekolah*
“ Ki, jadi pulang bareng kan?” Tanya Anin. Gue ngangguk.
“ Nin sebenernya ada yang mau aku omongin sama kamu. Tapi kamu janji jangan marah yaaaa…” Anin ngangguk-ngangguk.
“ Sebenernya aku tuh kesel kalo tiap hari kamu fangirlingan, nyebut-nyebutin nama bias-bias kamu, pasang foto bias kamu. Sebenernya gak papa sih jadi fangirl tapi apa kamu gak berlebihan? Kamu bahkan nyuekin aku, padahal aku pacar kamu. Aku tuh kesel dan kadang mikir apa gunanya kamu bangga-banggain mereka? Terus mereka tuh siapa? Kenal gitu sama kamu? Terus siapa sih yang sebenernya jadi pacar kamu? Aku atau mereka?” Ujar gue dan Anin Cuma diem.
Nin, jangan bilang lo marah sama gue! Dan please jangan bilang juga lo bakalan nangis karena sampe kapanpun gue gak akan tega liat lo nangis. Nin, apa gue terlalu jahat ya buat ngatain itu semua?
“ Maafin aku, Ki. Aku gak bermaksud nyuekin kamu. Gimana ya ngomongnya? Hmm..kamu bilang kamu sebel sama aku gara-gara aku selalu fangirling. Tapi coba kamu mikir sebentar, liat gadget yang kamu punya, siapa yang jadi foto wallpapernya? Foto kamu? Foto kita? Bukan kan tapi foto atlet sepakbola kesukaan kamu. Terus kalo kamu lagi ngomongin sepakbola depan aku dan kamu cerita tentang pertandingannya depan aku, apa kamu pikir aku ngerti? Enggak kan? Jadi sebenernya fangirling aku sama kamu yang terus-terusan ngebahas sepakbola itu sama aja. Terus juga aku gak pernah nuntut kamu untuk suka juga sama k-pop. Aku Cuma butuh tempat dengerin aja, Ki. Maaf kalo emang aku udah bikin kamu kesel atau marah, maaf kalo fangirling aku udah ngerusak hubungan kita. Aku bersedia kok, Ki berhenti jadi fangirl kalo itu yang kamu mau.” Anin ngomong panjang lebar.
Ini yang gue saluting dari Anin. Meski dia gak banyak omong tapi sekalinya ngomong tuh langsung ke inti dan langsung ngena.
Gue diem. Nginget-nginget waktu ada beberapa pertandingan bola yang udah lewat. Bener juga, gue cerita tentang bola ke Anin walaupun gue tau Anin sama sekali gak suka bola. Tapi apa? Anin dengerin semua cerita gue dan gak sekali pun Anin ngeluh. Anin juga diem aja kalo gue sibuk sama bola, gak kayak cewek lainnya yang selalu maksa jalan bareng cowoknya. Anin juga diem aja begitu tau wallpaper hp, laptop, dan tab gue foto bola semua.
Gue jadi ngerasa bersalah sama Anin.
“ Ki? Kamu bener-bener marah sama aku ya? Maaf…” Anin nangis.
“ Niiin jangan nangis…aku gak marah sama kamu kok. Maafin aku udah egois. Kamu gak perlu berhenti jadi fangirl kok. Aku bakal nerima kamu.” Jawab gue.
“ Lagian juga Ki, rasa sayang aku ke kamu sama rasa sayang aku ke Minhyuk tuh beda. Aku ke Minhyuk cuma sebatas antara fans dan idolanya.”
“ Aku ngerti kok Nin. Maafin aku yaa.”
Mulai hari itu gue sadar kalo gue gak berhak ngatur 100% kehidupan Anin. Juga, gue bakal nerima apa adanya Anin yang seorang fangirl. Punya pacar fangirl? Kenapa enggak?
Justru hikmah yang bisa gue ambil dari Anin yang seorang Lovely Gaze ( Fans Minhyuk) adalah gue bisa liat perform Minhyuk pas main drum. Itu berguna juga buat gue yang suka main drum.
***End***
Maaf readers kalo ceritanya aneh .___. Maksudnya mau coba bikin genre yang unik tapi malah aneeh hahahaha. Jangan lupa comment, kritik, saran yang membangun yaaa! Thankuuuu *bow*

Friday, August 3, 2012

My Fifth FanFiction : Too Late



Title : Too Late
Author : Minhyuk’s Anae
Length : Oneshoot
Genre : Sad Romance
Rating : T, AU
Main Cast :
-          Kang Min Hyuk
-          Choi Jun Hee (Juniel)
Other Cast :
-          Oh Yeon Seo
-          Other Cast
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan orang tua mereka hihi tapi plot milik saya ^^ Kesamaan atau kemiripan dengan cerita lain terjadi karena ketidak sengajaan
Note : Annyeong! Minhyuk’s Anae kembali dengan ff alur bolak-balik (ini pertama kalinya aku coba buat plot alur bolak-balik, readers hehehehe) Don’t forget RCL hehe, jeongmal mianhae kalo ada typo atau ceritanya kurang bagus dan No BASH. Happy Reading ^^ *bow*
FF ini juga di post di WP author : minhyukanaefanfic.wordpress.com
------------------------------------------**************------------------------------------------------------
Minhyuk’s POV
Hujan mengiringi pemakamannya. Sahabat tercintaku.  
Air mataku jatuh bercampur dengan rintikkan air hujan.
“ Minhyuk-ah.” Panggil seorang wanita menyentuh pundakku. Aku mengusap air mataku sebentar dan menoleh,
“ Ne, ahjumma. Waeyo?” Tanyaku.
“ Sebelum Jun hee pergi, ia menitipkan ini untukmu. Dia bilang tolong jaga ini baik-baik.” Ujar Choi Ahjumma dengan suara tenangnya menyerahkan sebuah buku—mungkin buku harian berwarna putih padaku. Aku yang agak bingung hanya mengambil dan menatap buku itu dengan bingung.
***
Aku terus menatap buku itu dengan bingung. Haruskah ku buka? Sejujurnya sedari tadi memang aku sudah penasaran dengan isinya dan penasaran kenapa Jun Hee menitipkan ini untukku.
Perlahan aku mulai membuka halaman pertamanya. Terpampang sebuah foto dimana seorang namja kecil sedang merangkul yeoja yang seumuran dengannya dan mereka tertawa bersama. Lalu aku menemukan sebuah tulisan di bawah foto itu dan aku sangat mengenal tulisan tangan itu.
It’s Story About Me and My Lovely Bestfriend.
Tess. Air mataku jatuh lagi. Ok, mungkin dalam ukuran namja aku memang namja melankolis. Siapa yang tidak melankolis ditinggal pergi dengan sahabatnya yang sudah sangat dekat dari kecil.
Aku kembali membaca buku itu.
***
Annyeong, Hyukkie! Apa kabarmu? Maaf jika membuatmu bingung dengan buku ini. Yang pasti, dari buku ini kau akan tahu sebuah rahasia terbesar dalam hidupku. Hei, buku ini hanya rahasia antara kau, aku, dan Tuhan yang Maha Tahu. Walaupun jika kau baca buku ini aku mungkin sudah tidak ada tapi ku mohon, kau harus membaca buku ini. Yaaa setidaknya 1 lembar per harinya. Disini juga tertulis beberapa permintaan terakhirku. Jebal, baca buku ini. Arasseo? J
***
Jun Hee’s POV
White Book, Page 2 “ Perkenalan”
“ Aku ingin kau selalu ingat cerita bagaimana kita bisa bertemu hingga dekat, Hyukkie. Ku mohon, jangan pernah lupakan ini”
 Aku masih ingat hari itu adalah hari ulang tahunku ke 2 tahun. Eomma memanggil seluruh sahabatnya. Aneh bukan? Aku yang ulang tahun malah teman Eomma yang datang. Salah satu dari mereka, Kang Ahjumma datang dengan anaknya. Seorang namja. Namanya Kang Minhyuk. Kami seumuran. Aku berkenalan dengannya dan semakin dekat setelah 1 tahun kemudian keluarga Kang memutuskan untuk pindah rumah di sebelah rumahku. Dia adalah sahabat pertamaku.
Kedua orang tua kami bahkan menyebutkan bahwa kami susah untuk di pisahkan. Karena itu dari SD, SMP, dan SMU kami selalu bersama.
Tapi itu bukanlah alasan untuk bosan bertemu dengan Minhyuk. Justru aku akan sedih jika satu hari ia tak masuk hihihi. Aneh bukan? Memang persahabatan kami aneh.
***
White Book, Page 3 “ Bi (Hujan)”
“ Aku ingin menjadi hujan. Menyejukkan. Aku juga ingin kau mengingat bahwa aku selalu menyukai hujan. Kau ingat itu? Hari dimana kau pertama tahu bahwa aku menyukai hujan. Walaupun kau bukan penyuka hujan sepertiku, ketika aku sudah tak ada nanti, ku harap hujan akan membuatmu selalu mengingat aku.”
Aku memandang hujan turun dengan bahagia. Kalian tahu? Aku sangat menyukai hujan. Karena ketika hujan, aku dapat mencium baunya yang menyejukkan. Aku menoleh menatap Minhyuk, kulihat mulutnya berkomat-kamit tak jelas.
“ Kau kenapa, Hyukkie?” Tanyaku.
“ Aaah, aniyo. Aku hanya sebal kenapa hujan harus turun hari ini. Jadi kita berdua terjebak di sekolah. Eh gak berdua juga, banyak orang kok ya-__- aaaah kenapa harus hujan.” Jawab Minhyuk kesal.
“ Kita bisa menunggunya dan kurasa hujan sebentar lagi reda.” Ujarku menatap langit.
“ Kau kenapa keliatannya tenang-tenang aja? Gak dingin?” Tanya Minhyuk. Aku menggeleng.
“ Aku justru senang kalau hujan turun.” Jawabku.
“ Wae?”
“ Karena hujan dapat menyejukkan hatiku.”
“ Apa kau suka hujan juga?” Tanyaku dan Minhyuk menggeleng.
“ Tidak. Aku tak suka hujan. Hujan itu membuat langit gelap. Hujan itu seperti melambangkan sebuah kesedihan.”
“ Hyukkie, kau tahu? Aku selalu ingin suatu saat nanti, orang yang ku cintai dan mencintaiku akan selalu mengingatku ketika hujan turun. Karena ia tahu aku menyukai hujan. Walaupun pada saat itu, aku mungkin sudah tak ada disampingnya lagi.” Ujarku.
“ Kenapa harus begitu?” Tanya Minhyuk.
“ Karena jika ia selalu mengingatku ketika hujan turun, ia tak akan melupakanku. Karena hujan akan selalu ada, entah sebulan sekali, atau mungkin setahun sekali. Jika ia mengingat hujan maka ia akan mengingat aku lalu aku akan sulit untuk dilupakan hehehe.” Jawabku.
“ Permintaan yang cukup aneh dan menyulitkan, Jun Hee-ya. Bagaimana jika orang itu tak suka hujan?” Tanya Minhyuk.
“ Yaaa, pokoknya orang itu harus menyukai hujan.” Jawabku.
“ Itu namanya pemaksaan hahahaha. Yasudah hujannya sudah reda tuh, ayo kita pulang!” Ujar Minhyuk sambil mengacak-acak rambutku.
***
White Book, Page 4 “Feeling”
“ Hyukkie, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku merasa ada yang aneh dari diriku. Hyukkie, kenapa hatiku selalu berdebar kencang? Kenapa kau membuatku aneh seperti itu? Bisakah kau bilang itu pertanda apa?”
Aku berlari agak tergesa-gesa menuju kelas. Hampir saja aku terlambat. Semua gara-gara tugas yang menumpuk itu. Gila! Baru saja aku masuk kelas 10 selama 1 bulan dan tugas sudah bertumpuk dimana-mana. Apalagi jalanan tadi cukup macet. Beruntungnya, ketika aku masuk kelas belum ada guru yang masuk.
“ Kau kenapa? Tumben kesiangan.” Ucap Minhyuk menatapku bingung.
“ Aku tidur terlalu malam karena banyak tugas dan tadi jalanan macet.” Jawabku.
“ Mana besok banyak tugas juga lagi. ku rasa besok aku akan bangun kesiangan lagi.” Lanjutku mengingat bahwa besok ada tugas kimia, matematika, dan geografi.
“ Bagaimana jika pulang sekolah kita kerja bersama? Juga besok kau berangkat denganku saja! aku kan bawa sepeda jadi kemungkinan untuk macet sedikit. Eotteohkae?” Tawar Minhyuk.
Aku berfikir sejenak tapi itu ide yang cukup bagus. Lagipula, Minhyuk cukup pintar dalam urusan matematika hihi. Aku mengangguk.
“ Baiklah.” Jawabku dengan senang hati.
*
Aku memegang ujung baju Minhyuk untuk berpegangan. Ia melajukan sepedanya cukup kencang dan membuatku takut.
Minhyuk menarik tanganku untuk membiarkanku memeluknya. Hei? Kenapa jantungku berdetak kencang sekali?
Aku kembali merasakan hal yang sama di hari-hari berikutnya. Ketika kami berangkat bersama, pulang bersama, bahkan ketika kami berbincang-bincang. Entahlah ku rasa aku kini agak sedikit canggung untuk bicara lebih blak-blakan dengan Minhyuk. Aku juga tak tahu kenapa.
Aku menyadari sesuatu…apa mungkin….
***
White Book, Page 5 “ Pernyataan”
“ Hyukkie, aku jatuh cinta padamu.”
Aku memang benar-benar menyadari akan apa yang ku rasakan saat ini. Aku benar-benar jatuh cinta. Mungkin benar cinta itu indah. Indah apalagi orang yang kau cintai selalu ada buatmu. Seperti Minhyuk yang selalu ada untukku. Walaupun dalam hatiku tersirat penyesalan mengapa bisa aku mencintainya. Walaupun dalam hatiku bertanya apakah dia mencintaiku juga atau tidak. Yang pasti, aku mencintainya karena terbiasa. Terbiasa dekat dengannya.
***
White Book, Page 6 “ Jealous”
“ Hyukkie, aku cemburu setiap mendengar kau menyebut nama Yeon Seo dihadapanku. Apakah aku wajar? Mungkin aku wajar jika mengingat aku mencintaimu. Tapi aku juga bisa dibilang tak wajar jika mengingat aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya sahabatmu. Tapi aku menyayangimu lebih dari seorang sahabat. Jadi, wajarkah aku cemburu? Wajarkah aku, Hyukkie?”
“ Jun Hee-ya!!!!” Teriak Minhyuk setengah berlari ke arahku. Menganggu kegiatanku yang sedang menyirami tanaman di pekarangan rumahku.
“ Wae? Kenapa harus berteriak seperti itu-___-.” Tanyaku.
“ Hehehehe. Gapapa siih. Kau tahu Oh Yeon Seo?” Tanyanya dengan penuh semangat begitu menyebut nama “Oh Yeon Seo”
“ Oh Yeon Seo? Anak kelas X.5?” Tanyaku mencoba mengingat-ingat nama tersebut.
“ Ya! Anak X.5 hehehehe. Kau kenal?” Tanya Minhyuk. Aku menggeleng. Bisa ku lihat raut wajah Minhyuk agak murung.
“ Memangnya kenapa, Hyukkie?”
“ Gapapa hehehehe. Jun Hee-ya, aku jatuh cinta pada Yeon Seo.” Jawab Minhyuk.
Deg.
Saat itu juga hatiku terasa sakit. Sakit sekali. Rasanya seperti ada monster yang mencabik-cabik perasaanku.
*
Semenjak hari itu, setiap Minhyuk menyebut nama Yeon Seo hatiku selalu sakit. Apakah ini wajar?
***
Minhyuk’s POV
Ini sudah hari kelima kepergian Jun Hee. Seperti permintaannya, aku selalu membaca buku yang ia berikan itu.
Hyukkie, aku jatuh cinta padamu.”
Aku tertegun membacanya. Aku benar-benar tak percaya. Jun Hee. Choi Jun Hee. Sahabat kecilku. Jatuh cinta padaku. Aku yang semakin penasaran mencoba membuka halaman selanjutnya  yang lagi-lagi membuatku tercekat. Ia mengatakan bahwa ia cemburu pada Yeon Seo. Entah kenapa hatiku ikut sakit membacanya.
Tak pernah terlintas di benakku bahwa ia jatuh cinta padaku. Aku semakin penasaran untuk membuka tapi ku tahan untuk membukanya besok. Mungkin sekarang aku mulai mengerti dengan ‘rahasia terbesar dalam hidup Jun Hee’ dan itu membuatku semakin penasaran untuk mengetahuinya.
***
Jun Hee’s POV
White Book, Page 7 “ Janji”
“ Hyukkie, apakah kau ingat apa yang pernah kau janjikan padaku? dulu, kau bilang bahwa kau akan selalu membenci orang yang membuatku menangis. Tapi Hyukkie, hari ini aku menangis. Aku menangis karenamu. Aku menangis karena mengetahui bahwa kau mencintai yeoja lain dan bukan aku. Bukan hanya itu juga, tapi karena aku mengetahui sekarang kau milik yeoja itu, Oh Yeon Seo.”
“ Jun Hee-ya, aku jadian dengan Yeon Seo.” Ujar Minhyuk dengan wajah yang sumringah. Deg. Aku mencoba menahan sakitnya perasaanku.
“ Ah, jinjjayo Hyukkie? Chukkae!!!” Ujarku berusaha ceria.
“ Gomawo, Jun Hee-ya.” Ucap Minhyuk mengacak-acak rambutku.
“ Hyukkie, permisi aku mau ke toilet sebentar.” Ucapku meninggalkan Minhyuk yang masih duduk di meja kantin.
Aku menangis. Aku benar-benar tak kuat. Entahlah mungkin aku terlalu cengeng. Jujur saja, aku memang tak seharusnya menangis. Bukankah ketika orang yang kita cintai bahagia kita juga seharusnya ikut bahagia?
Untuk pertama kalinya Minhyuk membuatku menangis. Aku masih ingat kejadian beberapa tahun lalu ketika ada seseorang membuatku menangis lalu dia berjanji padaku, “ Jun Hee-ya. Uljima. Mulai dari sekarang aku berjanji akan selalu melindungimu. Aku tak akan membiarkan orang membuatmu menangis. Siapapun. Aku mungkin akan selalu membenci orang yang membuatmu menangis. Uljima.” Dan kini ia sendiri yang membuatku menangis. Hyukkie, jika kau tahu aku menangis sekarang karenamu, apakah kau akan membenci dirimu sendiri?
Hyukkie, maafkan aku jika aku merusak persahabatan kita dengan perasaan konyol ini. Tapi aku tak bisa menolaknya. Aku tak bisa menolak untuk mencintaimu. Aku sudah jatuh padamu. Walaupun kini kau sudah menjadi milik Yeon Seo. Walaupun aku tahu kau tak akan mencintaiku. Karena aku bukan tipe yeoja seperti Yeon Seo yang terlalu popular dengan segala yang dia punya. Aku bukan dia. Aku hanya Choi Jun Hee. Yeoja yang terlalu biasa jika dibandingkan Oh Yeon Seo. Yang mungkin bukan tipe yeoja yang kau sukai.
***
White Book, Page 8 “ Hate”
“ Hyukkie, mianhae bahwa aku membenci Yeon Seo. Mungkin aku bodoh untuk berfikir bahwa Yeon Seo merebutmu dariku. Tapi semenjak kau dekat dengan Yeon Seo terlebih setelah kalian berpacaran, kurasa kau sedikit melupakanku. Sekali lagi, Mianata. Mian karena aku sudah membenci yeoja yang kau cintai. Mianhae bahwa mungkin setelah kau membaca ini kau akan membenciku. Mianhae karena aku berfikiran bahwa suatu saat kau akan mencintaiku. Kini aku sadar, kau tak akan mencintaiku. Karena tipemu adalah yeoja seperti Yeon Seo, yang popular dan punya segalanya. Dan aku hanyalah yeoja yang terlalu biasa jika dibandingkan dengan Oh Yeon Seo. Jadi maafkan aku sudah membenci Yeon Seo. Maaf. Maaf. Maaf.”
***
White Book, Page 9 “ Sick”
“ Hyukkie, aku sakit. Aku tadi pergi ke dokter bersama Eomma dan dokter bilang penyakit jantung keturunanku dari haraboji bertambah parah. Hyukkie, dokter bilang umurku mungkin sudah tidak akan lebih dari 2 bulan lagi. hyukkie, aku ingin menangis. Hyukkie, dokter bilang penyakitku terlalu berat apalagi ini adalah penyakit keturunan. Hyukkie…aku bahkan tak pernah menyangka bahwa umurku mungkin hanya bertahan sampai 17 tahun. Hyukkie, aku ingin tumbuh menjadi lebih dewasa. Bersamamu. Serta bersama orang-orang yang ku cintai. Hyukkie, aku belum siap untuk meninggal. Aku masih ingin mengejar cita-citaku untuk menjadi seorang dokter yang aku impi-impikan sejak aku kecil. Hyukkie, kenapa penyakit haraboji harus tertular padaku? kenapa Tuhan tak membiarkanku untuk hidup lebih lama lagi? hyukkie…aku butuh kamu. Hyukkie, aku juga tak tega melihat eomma dan appa. Bahkan aku belum bisa membanggakan mereka berdua. Hyukkie, aku belum siap untuk pergi meninggalkan eomma, appa, eonni, kau, dan semua orang yang aku cintai dan mencintaiku. Hyukkie, katakan padaku bahwa ini hanya mimpi. Hyukkie, aku belum siap untuk benar-benar pergi.”
***
White Book, Page 10 “Bogoshipeo”
“Hyukkie, aku ingin bercerita denganmu. Tapi sekarang kau sedang sibuk dengan Yeon  Seo ya? Aku hanya bisa mencurahkan perasaanku kepada buku ini. Hyukkie, neomu bogoshipeoyo…aku merindukanmu yang dulu, yang selalu ada disaat aku membutuhkanmu. Tapi kini kau beda, Hyukkie. Kau lebih perhatian dengan yeojachingumu. Kutahu ini wajar. Tapi aku juga membutuhkanmu. Maafkan aku yang terlalu bergantung padamu. Bahkan disaat-saat terakhir dalam hidupku aku masih sangat bergantung padamu. Hyukkie, neomu neomu neomu bogoshipeoyo…aku rindu untuk selalu bercerita apa yang terjadi padaku. tapi kau kini seakan tak peduli. Meski kau tau bahwa penyakitku bertambah parah. Walau kau belum tahu bahwa hidupku katanya tak lebih dari 1 bulan lagi. hyukkie… aku ingin kau kembali seperti kau yang dulu, seperti 15 tahun yang lalu, seperti Kang Minhyuk yang selalu ku kenal, Kang Minhyuk sahabatku, Kang Minhyuk yang selalu perhatian padaku, Kang Minhyuk yang selalu ada untukku. Hyukkie, aku membutuhkanmu.”
***
White Book, Last Page, “The Last”
“ Hyukkie, ini adalah halaman terakhir dari buku ini. Setelah ini aku sudah tak menulis lagi. terima kasih sudah menyempatkan membaca buku ini. Kau sudah tahu apa rahasiaku? Sepertinya tak usah ku jelaskan lagi. tolong turuti permintaanku, Hyukkie. Hanya itu yang kuminta darimu. Terima kasih sudah menjadi sahabatku yang paling baik, terima kasih karena kau selalu mendengarkan ceritaku, terima kasih karena kau selalu ada untukku selama 15 tahun ini, aku mencintaimu, Hyukkie. Walau aku tak akan pernah menuntutmu untuk mencintaiku kembali. Maafkan semua kesalahanku, Hyukkie. Maaf karena selama ini aku tak pernah menyatakan perasaanku yang sebenarnya. Kututup buku ini. Hyukkie, yeongwonhi saranghaeyo J Oh ya, ada permintaan satu kali lagi, kumohon dengan amat sangat, jangan pernah melupakanku sebagai sahabatmu.”
***
Minhyuk’s POV
Aku menutup buku putih itu. Entah sudah berapa tetes air mata yang menetes membasahi buku itu.
Aku mengutuk diriku sendiri untuk membiarkan Jun Hee menangis karenaku. Aku juga mengutuk diriku sendiri untuk membiarkan Jun Hee sakit sendirian. Aku juga membenci diriku sendiri untuk membiarkan sahabatku yang sedang sakit dan membutuhkanku, aku malah pergi meninggalkannya. Aku akui, aku memang salah. Bahkan aku lebih memilih Yeon Hee dibanding Jun Hee yang sakit dan butuh aku untuk ada disampingnya. Aku bahkan merasa bahwa cinta 2 bulanku itu menghancurkan hubungan persahabatan 15 tahunku. Aku bahkan menyesal sangat menyesal menyadari bahwa aku tak ada di samping Jun Hee ketika ia menutup mata untuk terakhir kalinya.
Jun Hee, maafkan aku untuk terlambat mengetahui bahwa kau mencintaiku. Jun Hee, maafkan aku untuk terlambat mengetahui bahwa aku menyakitimu. Jun Hee, maafkan aku bahwa aku bukanlah seorang sahabat yang baik.
Jun Hee, kau perlu tahu bahwa aku tak akan pernah melupakanmu. Walaupun sedetik aku tak akan pernah. Jun Hee, meski kau tak ada disampingku, tapi kau akan selalu ada dan selalu hidup di hatiku. Aku akan selalu mengingatmu dan mencintaimu, meski aku tahu ini sudah terlambat. Jun Hee, aku akan mengingatmu ketika hujan turun. Jun Hee, aku juga menyayangimu meski ini sudah tak ada artinya lagi.
***  

Wednesday, July 4, 2012

My Fourth FanFic : Saranghae, Mr.Hyukkie


Title : Saranghae, Mr. Hyukkie
Author : Minhyuk’s Anae
Rating : Teenager
Genre : Romance
Length : Oneshoot
Main Cast :
-                      Kang Min Hyuk
-                      Park Ji Yeon
Other Cast :
-                      Krystal (f (x))
-                      Other Cast
Disclaimer : My own plot hehehehe. Kesamaan dan kemiripan terjadi karena ketidaksamaan J
Note : Maaf ya readers kalo ada typo, atau ceritanya kurang memuaskan hehehe jangan lupa kasih comment yaa! Gamsahamnida *bow* oh ya ff ini juga di post di wp author : minhyukanaefanfic.wordpress.com
-------------------------------------****-------------****-------------------------------------------------------
Ji Yeon’s POV
Ji Yeon-ah, kau tahu Krystal? Yeoja yang kusukai itu…hari ini aku dan dia bicara bersama bahkan hari Minggu besok aku akan pergi berdua bersamanya. Aku sangat senang!
Aku menatap layar handphoneku dan membaca pesan yang Minhyuk kirimkan. Aku bingung harus melakukan apa. Satu sisi aku senang karena Minhyuk sudah mulai bisa dekat dengan yeoja yang ia sukai itu tapi di satu sisi lagi hatiku sangat sakit mengetahui bahwa Minhyuk memang menyukai yeoja lain dan itu bukan aku.
Cinta satu sisi? Ya, bisa dibilang begitu. Aku mulai menyukai Minhyuk saat pertama kami bertemu saat kami masuk smp yang sama hingga akhirnya kami mulai dekat hingga sekarang, saat kami sudah masuk universitas. Bisa dibilang cinta satu sisi karena pada kenyataannya aku sangat tahu bahwa Minhyuk memang tak pernah menganggapku lebih daripada seorang sahabat. Bahkan sudah terhitung 3 kali ia menyukai yeoja lain—JunHee teman smp kami, Ji Eun teman smu kami dan yang paling baru adalah Krystal teman sekampus kami—Sedangkan aku? Dalam waktu kurang lebih 7 tahun aku hanya menyukai satu namja dan itu dia, Minhyuk.
‘Kenapa aku hanya bisa mencintai Minhyuk?’
Kurebahkan tubuhku sejenak, ini sudah ketiga kalinya. Ketiga kali dan aku tak mau ada yang keempat, kelima, keenam dan seterusnya. Aku harus move on! Ya, namja masih banyak diluar sana dan aku tak bisa membayangkan jika aku masih bertahan dan jika nanti Minhyuk tahu itu akan membuat persahabatan yang sudah kami jalani selama 7 tahun rusak. Arrrgghhh tapi move on itu bukan hal yang gampang, Park Ji Yeon! Kau sudah mencobanya berkali-kali tapi selalu gagal. Aku masih ingat terakhir kali aku berpikiran untuk move on tapi gagal karena Minhyuk jadi orang pertama yang mengucapkan ‘selamat ulang tahun’ di ulang tahunku yang ke-17 dan jadilah aku yeoja yang selalu ‘gagal move on’ (⌣́_⌣̀)
“ Yoboseo, Hyukkie?” Ucapku mengangkat telepon dari Minhyuk malas dengan kesadaran yang belum 100% pulih dari tidurku.
“ Ji Yeon-ah, aku sudah ada diluar.” Jawab Minhyuk.
“ Mwo? Maksudmu? Diluar? Eodiga?” Tanyaku.
“ Yak, Park Ji Yeon! Ireona! Aku ada diluar apartementmu! Ini sudah pukul 8 dan pukul 9 kita ada kelas!” Ujar Minhyuk setengah membentak. PUKUL 8? OMO!!!
“ Mwo?!!! Pukul 8!!! Chakkaman aku mandi duluuuu!!!! Chakkaman!!” Ujarku langsung bangun dan bergegas mandi, mandi kilat tentunya. Haaah ini pasti gara-gara semalaman aku sibuk menangis sampai jam 12 malam. Jenggg!!! 25 menit kemudian aku sudah selesai dan membuka pintu apartementku.
“ Sudah? Kajja! Kita bisa terlambat.” Minhyuk menarik tanganku. Ia mengendarai motornya lebih cepat dari biasanya.
***
“ Kau sudah makan?” Tanya Minhyuk. Aku menggeleng.
“ Belum, kau tahu aku tadi kesiangan. Aku lapar, Hyukkie..” Jawabku sambil mengelus-elus perutku.
“ Ok, kita makan bersama! Aku juga belum makan. Kau mau makan apa? Doenjang jjigae? Maeuntang? Jajangmyeon? Bibimbap? Atau apa?” Tanya Minhyuk.
“ Aku mau….”
“ HYUKKIEE!!!” Panggil seorang yeoja dan membuat kami menoleh bersama. Dia…Krystal.
***
Minhyuk’s POV
“ Hyukkie, ayo kita pulang bersama!” Ujar Krystal menarik lenganku.
“ Ngg..Krystal, tadinya aku dan Ji Yeon mau pergi makan. Apa kau mau ikut?” Tanyaku yang mulai bingung.
“ Aaa tapi aku tak mau makan. Aku hanya ingin pulang bersamamu, Hyukkie. Jebal…” Pinta Krystal. Kutatap Jiyeon yang menunduk.
“ Sudah sana.” Ujar Ji Yeon dan bisa kulihat kekecewaannya itu. Sungguh aku bingung.
“ Neo gwaenchana?” Tanyaku pada Ji Yeon. Dia mengangguk dan tersenyum kecil.
“ Mianhae..” Ujarku. “ Naneun gwaenchana, Hyukkie. Kka!” Jawab Ji Yeon dan ia pergi.
“ Nuguya?” Tanya Krystal padaku. Aku mengerutkan dahiku.
“ Yeoja tadi. Nuguya? Neo yeojachingu?” Tanya Krystal.
“ Park Ji Yeon maksudmu? Dia sahabatku. Waeyo?” Krystal menggeleng.
Siapa yang tak senang pergi berduaan dengan orang yang kau suka? Terlebih dia yang mengajakku duluan. Tapi jujur dari hatiku yang paling dalam bahwa aku sangat merasa tak enak dengan Ji Yeon. Meskipun dia membiarkanku pergi tapi aku tahu bahwa dia sangat kecewa padaku. Mianhae, Ji Yeon-ah..jeongmal mianhae.
***
Ji Yeon’s POV
Aku mengusap air mataku perlahan. Ini bukan masalah aku tak jadi makan ataupun karena Minhyuk pergi. Aku tau Minhyuk merasa bersalah padaku. Tapi….entahlah perasaan kesal ini sungguh susah untuk dideskripsikan. Kesal, marah, kecewa, aaaaarrrrggghhhh
Aku tahu sebenarnya aku tak boleh seperti ini. Ini menyiksa diriku sendiri dan hei! Aku dan Minhyuk hanya berteman. Tapi bukankah cemburu itu wajar? Ah entahlah aku bingung.
‘Hyukkie, suatu saat nanti kau harus tahu perasaanku.’ Ucapku lirih.
TING TONG
Aku mengecek intercom dan kulihat Minhyuk berdiri disana sambil tersenyum. Aku membukakan pintuku.
“ Ini untukmu, jiyeon-ah.” Minhyuk menyodorkan setangkai bunga mawar untukku. Aku mengerutkan keningku.
“ Sebagai permintaan maaf atas tadi siang dan aku kan tahu kau sangat suka mawar.” Ujarnya sambil tersenyum.
“ Gomawo, Hyukkie.” Ucapku tersenyum.
“ Cheonma.” Jawabnya sambil mengacak rambutku pelan.
“ Yasudah, aku ke kamarku dulu ya. Bye!” Minhyuk pergi berlalu. Ya, apartement kami bersebelahan, itu yang membuat kami selalu pergi ke kampus bersama. Aku tersenyum gembira menatap mawar yang ada digenggamanku ini. Dia selalu membawakanku mawar setiap dia beranggapan bahwa dia mengecewakanku, membawakanku cokelat ketika dia membuatku menangis dan membawakanku sebuah lagu ketika aku sedih.
Namun mungkin sekarang dia hanya membawakanku mawar. Tidak untuk cokelat dan sebuah lagu. Karena sudah beberapa kali aku menangis karenanya tapi tidak dibawakan cokelat dan menangis tapi ia tak menyanyi.
***
Pagi ini aku berangkat ke kampus sendiri, Minhyuk bilang dia ada urusan. Karena malas masak , aku lebih memilih membeli jajangmyeon di kantin kampus. Aku memang terlalu rajin datang ke kampus karena kelas dimulai pukul 10 dan sekarang masih pukul 9-__- dan lihatlah kampus masih belum begitu ramai.
“ Kau ternyata disini, Jiyeon-ah!” Sapa Minhyuk.
“ Halooo, Hyukkie. Kukira kau tak masuk.”
“ Tadi ada urusan sebentar tapi aku menyempatkan datang kesini.” Jawabnya.
“ Urusan apa? Aku boleh tahu?” Tanyaku penasaran.
“ Mau tahu aja atau mau tahu banget?” Goda Minhyuk.
“ Hyukkie!!!!” Aku mencubit lengan Minhyuk.
“ Aww!! Appo, Jiyeon-ah.” Minhyuk mengusap lengannya.
“ Jebal! Katakan!” Paksaku.
“ Geurae. Aku tadi ke apartement Krystal, hari ini dia ulang tahun dan tadi aku nembak dia!!!” Ujar Minhyuk bersemangat.
Ok, aku menyesal memaksanya untuk mengatakan apa urusannya pagi ini.
“ Aku dan Krystal jadian pagi ini, Jiyeon-ah!!! Aaaaa…aku sangat bahagia!” Lanjutnya bersemangat.
“ Jinjja? Aaa..chukkae, Hyukkie. Semoga kalian bisa selalu bersama.” Ucapku dengan nada sok ceria-__-
Setelah percakapan itu, kami diam. Entahlah kurasakan atmosfer yang berbeda. Aku bingung harus bagaimana. Aku…ingin sekali menangis.
***
Hari ini aku benar-benar tak fokus pada mata kuliahku. Buyar, semua buyar. Aku ingin cepat pulang…aku ingin menangis…
Aku menoleh ke belakang dan menyadari bahwa Minhyuk sudah tak ada. Dia meninggalkanku untuk pertama kalinya :’( aku membereskan buku-bukuku.
Aku pergi ke Rose Garden, taman favoriteku. Biasanya aku selalu pergi kesini bersama Minhyuk tapi mungkin mulai sekarang tidak lagi. Aku menemukan taman ini bersama Minhyuk ketika usia kami 15 tahun dan aku sangat senang karena taman ini penuh dengan mawar.
Aku bingung harus apa sekarang. Kuperiksa buku-buku ditanganku dan aku menemukan diary-ku yang berwarna pink itu—aku terlalu girly ya?— dan menuliskan kejadian hari ini.
24 October 2012
You know what happened today? Ya! Minhyuk punya yeojachingu. Entahlah aku harus berbuat apa. Yang pasti aku menangis. Aku benar-benar kalut. Ini sudah ketiga kalinya namun kurasa kejadian inilah yang paling parah. Hyukkie, katakan kapan aku bisa melupakanmu! Aku tersiksa dengan keadaan ini. Aku ingin melupakan perasaan ini dan mulai hal baru dengan namja lain. Tapi kenapa melupakanmu adalah hal tersulit yang pernah aku lakukan?
Samar-samar kulihat ada pasangan yang sedang bersama berada tak jauh dariku. Kurasa mereka bukan orang yang asing. Kupicingkan mataku dan ya! I know them! Mereka…
“ Gomawo Hyukkie!!” Ujar si yeoja itu yang tak lain adalah Krystal ketika Minhyuk memberinya mawar. Dia memanggil Minhyuk dengan sebutan ‘Hyukkie’?! Andwaeeeee! Itu adalah panggilan sayangku padanya :’( dan mawar? From now on, I hate rose!
Omo! Omo! Kulihat mereka berdua semakin dekat dan ANDWAEEE!!! They’re kissing!
***
Author’s POV
Jiyeon berlari menghindari mereka. Ia menangis dan segera pulang ke apartementnya.
Minhyuk melepas ciumannya dan menatap Krystal lekat dan tersenyum. Muka mereka berdua memerah—malu.
“ Saranghae.” Bisik Minhyuk.
“ Nado saranghaeyo.” Jawab Krystal malu-malu.
“ Aku antar kau pulang, eo?” Tanya Minhyuk.
“ Mianhae, Hyukkie. Aku ada urusan sama temanku, aku akan pergi bersamanya. Dia akan menjemputku hehe. Kau pulang saja duluan.” Tolak Krystal halus.
“ Jinjja? Kau gapapa disini sendirian?” Krystal mengangguk mantap.
“ Yasudah, aku pulang duluan eo? Daah!” Minhyuk pergi meninggalkan Krystal.
“ Aduh!” Seru Minhyuk. Minhyuk melihat ia menginjak sesuatu, buku? Berwarna pink? Ia membuka buku itu perlahan. Membaca nama pemilik bukunya, nama yang sudah tak asing dan tulisan yang sudah sangat ia kenal serta foto sang pemilik yang benar-benar ia ketahui.
Owner : Park Ji Yeon.
***
“ Diaryku kemana….pasti hilang di taman. Kenanganku bersama Hyukkie…” Tangis Jiyeon.
***
Minhyuk’s POV
Punya Jiyeon? Apa tadi dia kesini? Yang benar saja. Aku tak melihatnya. Aku baru tahu bahwa dia punya sebuah diary dan berwarna pink hihihi. Aku bahkan baru tahu dia berubah menjadi feminim seperti ini. Awalnya aku ingin langsung mengembalikan diary ini ke Jiyeon tapi aku penasaran dengan isinya. Semua berawal karena pada halaman pertama diary ini tertulis, “ It’s about Us. I, You, and Her. I wish someday you will read this book. I wish someday you’ll know how much I love you and how long I wait you, H.”
Omo! Nae chingu! Dia jatuh cinta? Hihihi aku semakin penasaran. H? siapa yang dia suka? Perlahan aku mulai membaca isinya dan tersentak kaget,
Hari itu adalah hari pertama aku masuk smp. Aku bertemu dengan seorang namja yang sangat manis hihihi. Kalian tahu? Aku sangat gugup begitu dia duduk di sebelahku. Ini pertama kalinya aku punya teman sebangku seorang namja. Namanya Minhyuk, Kang Minhyuk. Aku panggil dia Hyukkie.
Aku terdiam membaca itu dan semakin penasaran membukanya,
Hari ini aku menangis semalaman. Hyukkie-ku punya yeojachingu T-T namanya Choi Jun Hee anak 9 A. mereka sangat pantas, tapi aku sedih karena Hyukkie-ku punya pacar.
*
Hei, ku dengar jika seseorang menyukai lawan jenisnya lebih dari 4 bulan itu artinya ia benar-benar mencintainya. Dan aku mencintai Minhyuk sudah 4 tahun!
*
Hyukkie-ku bilang dia sedang jatuh cinta dengan seorang yeoja. Namanya Jung Soo Jung a.k.a Krystal. Seorang yeoja yang sangat populer di kampus. Lihatlah betapa cantiknya yeoja itu! Dan lihat dirimu Jiyeon-ah! Kau sangat jelek jika dibandingkan Krystal.
*
Cemburu? Ya. Cinta Satu Sisi? Ya. Itulah yang kualami kini setelah menerima pesan Hyukkie-ku mulai akrab dengan Krystal. 7 tahun kupendam rasa ini, 3x dia meninggalkanku dengan yeoja lain. Apakah dia benar-benar tak bisa menyukaiku? Hyukkie…please look at me.
*
Malam ini Hyukkie-ku membawakanku mawar. Apakah malam-malam berikutnya dia masih seperti ini? Kurasa Hyukkie semakin dekat dengan Krystal dan hatiku semakin penuh sesak mendengar namanya. Hyukkie… aku mencintaimu. Aku salah ya? Carikan aku namja lain untuk melupakanmu.
*
Aku yeoja gagal move on. Sebut aku seperti itu! Wae? Karena aku tak pernah move on dari Hyukkie. Menyedihkan. Seperti tak ada namja lain selain Hyukkie. Aku hanya bisa mencintainya. Nan Babo! Jeongmal BABO. I’m fool to only love you, Hyukkie.
*
You know what happened today? Ya! Minhyuk punya yeojachingu. Entahlah aku harus berbuat apa. Yang pasti aku menangis. Aku benar-benar kalut. Ini sudah ketiga kalinya namun kurasa kejadian inilah yang paling parah. Hyukkie, katakan kapan aku bisa melupakanmu! Aku tersiksa dengan keadaan ini. Aku ingin melupakan perasaan ini dan mulai hal baru dengan namja lain. Tapi kenapa melupakanmu adalah hal tersulit yang pernah aku lakukan?
*
Jiyeon? Ia menyukaiku? Mencintaiku? Jadi namja yang pernah ia ceritakan dulu, Mr.H itu aku? H? Hyukkie? Minhyukkie? Itulah mengapa alasan Jiyeon lebih suka memanggilku Hyukkie daripada Minhyuk? Itukah mengapa alasan Jiyeon selalu kesal dengan orang lain yang memanggilku Hyukkie?
Kau salah Jiyeon-ah. Aku pernah mencintaimu. Tapi setelah kau bilang kau sangat mencintai Mr.H itu membuatku patah hati dan memutuskan untuk mencintai yeoja lain. Mengapa kau tak pernah bilang kau mencintaiku Jiyeon?!!! Waeee?
Tidak. Aku bukan ‘pernah’ mencintaimu, Jiyeon. Hingga kini, aku masih mencintaimu. Aku memang menyukai Krystal, tapi dihatiku selalu ada ruang untukmu. Aku memang bodoh karena tak pernah menyatakannya. Mianhae, Jiyeon-ah membuatmu menangis. Mianhae. Jeongmal Mianhae….
***
Pikiranku kalut, maka aku pergi ke café dekat apartementku. Aku kesini hanya untuk membeli hot chocolate kesukaanku di café ini. Biasanya aku kesini bersama Jiyeon terutama jika diantara kami ada yang sedang sedih. Mataku menangkap seorang yeoja yang sudah sangat ku kenal. Nae yeojachingu, Krystal. Kupicingkan mataku untuk memastikan apa yang dia lakukan disini.
Pakaiannya masih sama dengan pakaian yang ia pakai tadi sore ketika kami ke Rose Garden. Ah, dia sedang pergi bersama temannya kan? Hei! Lihatlah seorang namja mendekat padanya dan mereka bermesraan. Apa yang ia lakukan? Belum genap 24 jam kami berpacaran dan dia sudah berseleweng dibelakangku?!
“ Krystal-ssi.” Panggilku menghampiri mereka. Kulihat kekagetan dari wajah Krystal. Aku menarik tangan Krystal kuat dan pergi ke belakang café yang cukup sepi.
Plakkkk
“ Apa yang kau lakukan!!!” Bentakku. Krystal menangis.
“ Siapa namja itu?!” Krystal diam. “ SIAPA NAMJA ITU, SOO JUNG-SSI!”
“ Dia namjachinguku. Minho.” Jawab Krystal. Aku kaget, mwoya? Namjachingu? Jadi sebenarnya dia punya namjachingu?
“ Ya, kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Mianhae, Minhyuk. Mianhae kalau kau baru tahu aku sudah punya namjachingu. Mianhae. Sebelum terlambat, kita akhiri saja hubungan ini.” Ujar Krystal.
“ Baik. Kita akhiri.” Jawabku tegas dan segera berlalu tapi Krystal menahan tanganku.
“ Kumohon, maafkan aku. Kuharap kita masih bisa menjadi teman. Terima kasih untuk hari ini kau bisa memberiku rasa sayang. Mianhae, Minhyuk.” Ujar Krystal memelukku.
Aku diam dan tak membalas pelukannya.
“ Sudahlah, Krystal. Namjamu menunggumu. Ya, semoga kita masih bisa menjadi teman.” Ujarku melepas pelukan Krystal dan berlalu pergi kembali ke apartement.
***
Kutatap sebuah pintu depan pintu apartementku. Jiyeon, kau sedang apa? Jiyeon, aku sudah putus. Entah harus bersyukur atau sedih karena kenyataannya aku dan Krystal memang bukan jodoh. Dia tak benar-benar mencintaiku, dia punya namjachingu lain, Jiyeon-ah. Sedangkan aku, walaupun aku mencintainya tapi cintaku padamu tetap lebih besar. Jika ada persentasinya, kau 70% dan dia 30%. Tidak tidak! Kau 100%
Kulirik arlojiku dan jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Jiyeon-ku pasti sudah tidur, karena dia tak pernah bisa tidur lebih dari pukul 10 malam. Aku ingin bicara padanya tapi sudahlah besok kami tak ada kelas jadi aku bisa menundanya hingga besok pagi. Aku harus menyelesaikan masalah ini.
***
Jiyeon’s POV
Ting Tong
Ku kerjap-kerjapkan kedua mataku dan melirik jam dinding, masih pukul 8. Siapa pagi-pagi sudah bertamu? Tak tahukah aku libur kuliah hari ini.
Aku beranjak menuju pintu dan kulihat sosok itu…bersama mawar dan cokelat.
“ Boleh aku masuk?” Tanyanya. Aku mengangguk dan mempersilahkan Minhyuk duduk di sofa.
“ Ini untukmu.” Ujar Minhyuk menyerahkan mawar dan cokelat serta senyumnya—yang biasanya membuatku tenang tapi ini membuatku semakin sesak.
“ Mulai sekarang jangan pernah bawakan aku mawar lagi, Minhyuk. Aku sudah berhenti menyukai mawar.” Ujarku sembari menaruh secangkir cappucinno kesukaan Minhyuk.
“ Wae? Dan kenapa kau memanggilku Minhyuk, Jiyeon?” Tanya Minhyuk.
“ Ya, Minhyuk itukan namamu. Aku harus memanggilmu siapa? Siwon? Yonghwa?...”
“ Aku lebih suka kau memanggilku, Hyukkie.”
“ Krystal bisa memanggilmu dengan sebutan ‘Hyukkie’ dan aku sedang ingin memanggilmu Minhyuk.” Ujarku berusaha bicara seperti biasanya. Menyebut nama ‘Krystal’ membuatku mengingat kembali kejadian kemarin, their kiss.
“ Aku sudah putus dengan Krystal, Jiyeon-ah.” Ujarnya membuatku kaget.
“ Mwo?! Jinjja? Kok bisa? Apa dia menyakitimu?” Ucapku khawatir.
Kalian tahu, dulu ketika ia putus dengan Ji Eun karena Ji Eun pacaran dengan namja lain dia sedih seharian. Aku selalu sedih melihat Minhyuk sedih.
“ Gak usah khawatir gitu, Jiyeon-ah. Naneun gwaenchana. Dia sudah punya namjachingu ternyata.” Jawabnya.
“ Mwoya?! Museun Mariya?! Kenapa dia jahat padamu, Hyukkie?”
“ Sudahlah lagian aku tak begitu menyukainya. Kau tahu ada seorang yeoja yang sedang kusukai dan aku jauh lebih mencintainya dibanding Krystal.” Ujar Minhyuk santai.
“ Yak! Minhyuk nappeun! Bagaimana kau bisa berciuman yeoja yang tak kau sukai!” Omelku mencubit perut Minhyuk.
“ Aww..appo, Jiyeon…..yak! kau melihat kami?” Tanya Minhyuk. Aku mengangguk pelan.
“ Jiyeon, kau habis menangis?” Tanya Minhyuk yang mungkin baru menyadari mataku yang sembab.
“ Mianhae…aku menyakitimu ya? Mianhae…telah membuatmu menangis. Dia yang menciumku duluan.” Ujar Minhyuk dan menarikku dalam pelukannya.
“ Kau? Menyakitiku? Menangis karenamu? Kau pikir aku siapa, Hyukkie..aku hanya temanmu.” Ucapku tertawa kecil menahan tangis.
“ Kau sahabatku, sahabat terbaikku. Kita bukan hanya berteman, tapi ber-sa-ha-bat. Ara?” Ujar Minhyuk melepas pelukanku. Aku tertawa kecil.
“ Yak kau bilang kau sedang menyukai yeoja lain, nuguya? Aku boleh tahu,eo?” Tanyaku. Kalian tahu, mulai sekarang aku akan belajar move on. Semangat untuk move on! Kyaa, move on!!!
“ Sirheo! Aku tak mau bilang padamu! Nanti kau nangis lagi!” Tolak Minhyuk.
“ Hyukkieeeee….yasudah! aku tak mau jadi sahabatmu lagi! Aku mau bersahabat dengan namja lain saja!” Ujarku pura-pura marah.
“ Jebal, Hyukkieee. Katakan!” Pintaku menggoyang-goyang bahu Minhyuk.
“ Yak memangnyaa kau mau bersahabat dengan namja yang mana? Mr. H?” Tanya Minhyuk dengan evil smirknya.
“ Mr. H sudah pergi! Hilang! Haaa dengan siapa saja aku bisa bersahabat. Jebal katakan!” Ujarku. Dia ingat Mr. H lagi? Namja yang pernah kuceritakan padanya betapa aku mencintai Mr. H. dasar Minhyuk babo! Mr.H itu dia!
“ Mr. H pergi? Kau sudah tak mencintai Mr. H lagi? Jeongmal?” Tanya Minhyuk lirih.
“ Haaa, Hyukkie!! Jebal! Siapa yeoja yang kau cintai ituuuu!!!” Pintaku lagi.
“ Yeoja yang punya buku ini.” Jawab Minhyuk mengeluarkan buku berwarna pink kesayanganku. Diaryku. Dia menemukannya.
Mwoya? Owner buku ini? Aku? Mwo? Dia membacanya? Omo!!!!
“ Mwo? Maksudmu?” Ujarku bingung.
“ Yak! Yeoja itu kau, Park Ji Yeon.” Ujar Minhyuk. Aku terdiam tak percaya.
“ Mr. H mu datang, Ji Yeon. Kau salah besar. Aku mencintaimu, dari dulu. Tapi aku memang tak pernah mengatakannya karena kau bilang kau hanya mencintai Mr. H dan kenapa kau tak pernah bilang H itu Hyukkie, Minhyuk, aku? Waeyo, Jiyeon-ah?” aku menatap Minhyuk dalam. Dia tersenyum, senyuman yang membuatku tenang.
“ Hyukkiee…” desisku.
“ Kau mau jadi yeojachinguku? Na jeongmal saranghae, Jiyeon-ah.” Ucap Minhyuk lagi. Aku mengangguk malu.
“ Mwo, waeyo? Mukamu memerah? Kau malu?” Tanya Minhyuk yang sukses membuatku melayangkan cubitan lagi ke perutnya.
“ Aww! Kenapa kau hobi sekali mencubit perutku, Jiyeon-ah?! Hei, kau tak mau memeluk namjachingumu yang super tampan ini?” Goda Minhyuk.
“ Yak, aku tak mau dekat-dekat dengan namja yang suka membuka diary orang sembarangan.” Aku pura-pura marah lagi.
“ Jeongmal?” Minhyuk menarikku dalam pelukannya. Aku membalasnya.
“ Saranghae, Mr. Hyukkie.” Ujarku.
“ Nado saranghae, Nae Jiyeon.” Jawab Minhyuk
Pada intinya, mulai sekarang aku tak mungkin move on. Jiyeon gagal move on lagi :’( eits tapi gagal move on yang kali ini membuatku senang, ternyata Hyukkie-ku mencintaiku juga!
--------------------------------------------------The***End-----------------------------------------------------
Note : Kyaaaaa, eotteohkae? Jeongmal Mianhae kalau mengecewakan ceritanya :’) Don’t forget give comment readerrsssss J *bow* *salam Minhyuk’s Anae*